"Pelangi Senja"
“semua manusia menyukai pelangi , terlebih aku “
Story by:
@Icchacrute
T Pelangi itu...
“kaa...sampai kapan sih aku harus minum obat terus?” keluhku,pada kakak Candra.
kak Chandra sebenarnya saudara kembarku,tapi karna iya lebih tua dariku aku memanggilnya dengan sebutan “KAKAK”,kami hanya dua bersaudara oleh karna itu ia selalu menjagaku terlebih ia lebih kuat fisiknya dibandingkan aku,aku Cuma anak yang penyakitan,ya karna kami lahir prematur tapi kakak ku lebih sehat dibandingkan aku,untuk bisa hidup bernafas saja aku sudah bersukur,tapi semua itu harus dibantu dengan obat yang tiap beberapa jam sekali aku harus meminumnya, obat-obat dari dokter itu sangat cantik berwarna-warni seperti pelangi,tapi dibalik warnanya yang indah disitulah rasa yang sangat pahit dari zat kimia tersembunyi.”
“ya, sampai kamu sembuhlah de,nanti juga lama-lama terbiasa” jawab kak Candra singkat.
“aku bosen kaak kalau tiap waktu obat-obat itu harus masuk kedalam mulutku,rasanya sangat tidak enak” keluhku lagi.
“diminum dong de,kakak janji kakak akan bawa kamu ketempat yang indah”
“kemana ? , janji ya?” ujarku bersemangat.
“iya,yaudah kamu minum dulu” bujuknya.
Sore itu aku dibawa kakak ku kesebuah bukit yang tak jauh dari rumah,walaupun sedikit sulit mendaki kami pun sampai dipuncak bukit itu,aku terpesona dengan pemandangannya sebuah garis pelangi membujur ke arah barat “betapa indahnya pelangi ini” fikirku. Baru pertama kali ku melihat pelangi secerah ini,padahal aku sering melihat pelangi namun tak seindah pelangi senja ini,tuhan maha indah menciptakan sesuatu yang sangat indah ini,betapa tidak ??? ketujuh warnanya yang bersatu membujur kearah kaki bukit tepatnya ke arah air terjun,dan sekelilingnya bertaburan pepohonan hijau yang lebat. Mungkin kakakku tahu kalau aku sangat suka dengan pelangi,dan iya mengajakku ke bukit ini.
“kak,pelanginya cantik banget” decakku kagum,tanpa sengaja aku menangis terharu,ya aku memang mempunyai perasaan yang sangat dalam.
“loh,kok kamu nangis dek ?” katanya panik
“gapapa kak,biasa kali aku sering menghayati sesuatu sampai perasaan” ujarku senang
“oh ,dasar melankolis,hahaha” ledeknya
“yee...gak gitu juga”
“gimana ? ,udah seneng? ,kita pulang ya sebentar lagi senja” rayunya.
“gamau kak,aku pingin disini lebih lama bersama pelangi”
“kita harus pulang de,kalo penyakit kamu kambuh gimana?”
“kak,kalo aku lagi seneng jangan mengatakan kata “penyakit” please,aku Cuma ingin sepeti kakak,seperti anak lainnya,yang hidup normal tanpa bantuan obat di sepanjang harinya” ceritaku padanya.
“dee, bukannya kakak bedain kamu,tapi kakak sayang sama kamu,kakak gamau kamu kenapa-napa,kakak juga ingin kamu sehat,makanya kakak peduli kamu.”
Aku sadar aku salah,memarahi kakakku yang sebenarnya ia sangat peduli padaku,aku kembali menangis.
“kaa...maafin aku,aku mau pulang” tangisku.
“iya dek,maafin kakak juga,yaudah kita pulang dan kamu jangan nangis lagi,kakak janji besok senja kakak bawa kamu kesini lagi” hiburnya.
“serius kaak ????” kataku kaget.
“sipp bisa diatur”
Pelangi itu tampak indah ketika senja,menuju perjalanan pulang aku hanya menikmati sedikit berkas pelangi yang nampak dari balik pepohonan,aku berharap ini bukan pelangi senja terakhir yang kulihat. Begitu sampai dirumah aku segera minum obat dan tertidur pulas, dan kakakku ia izin pada bunda untuk pergi membeli sesuatu.
T Tangisan malam
Aku terbangun dari alam bawah sadar ku,karna sebuah tangisan dari kamar orang tuaku,tangisan seorang perempuan,dan ia berkata “bunda tidak sanggup kalo dia pergi begitu cepat”katanya pada ayahku.
“apa maksudnya? Pergi begitu cepat ? siapa yang pergi begitu cepat ?”fikirku penasaran. “atau kah aku ?? karna penyakit ini, penyakit yang menggerogoti tubuhku sejak sekolah dasar akankah mencabut nyawaku ?? apa itu yang dimaksud bunda ??? ya tuhaaaaan apa kau yakin akan mencabut nyawaku secepat ini ? , tuhan ga adil memberiku penyakit ini,kenapa aku harus hidup bila aku nantinya akan pergi lebih cepat”. Kataku dalam tangisku,aku berlari menuju kamar. Namun ternyata ibuku sadar jika aku tadi menguping pembicaraannya.
“yah, astaga! lily ternyata menguping pembicaraan kita,kita harus bilang apa padanya kalau,kalau .........” bunda tidak melanjutkan perkataannya ia malah menangis.
“sudahlah bunda,mungin saja ia tidak mendengar apa yang kita katakan” kata ayah.
“mustahil, apalagi iya sejak tadi dibelakang pintu” panik bunda.
“yasudah,kalau memang ia tadi mendengar percakapan kita,kita jelaskan saja besok.”
“yang benar saja,mana mungkin !!! anak itu pasti belum sanggup menghadapi kenyataan ini” sanggah bunda.
“pasti ia kuat menghadapi kenyataan ini” menenangkan bunda.
T Cobaan
“lily...bangun sayang matahari sudah bersinar” kata bunda sambil menyibak tirai ungu dari jendela.
Aku teringat kejadian tadi malam,langsung saja aku bertannya pada bunda tentang orang yang dimaksud bunda dan ayah tadi malam.
“bunda,tadi malam ada apa ? kenapa bunda menangis ? apa aku akan meninggal ?” tanyaku asal.
“kamu ngomong apa sih sayang ? siapa bilang kamu akan menginggal ? hanya tuhan yang tahu waktu kita menginggal.” Jawab bunda santai seperti tidak ada masalah dimalam hari tadi.
“bunda cerita dong,lily tau tadi malam bunda menangis,lily dengar apa yang bunda ucapkan,bunda bilang bunda ga sanggup kalo dia pergi begitu cepat,maksud bunda dianya itu siapa ?” tanyaku terus terang.
Sejenak raut wajah bunda berubah menjadi sedih,namun ia hanya menyanggah “kamu mimpi ya sayang ?,bunda tadi malam sudah tidur sejak jam 20:00 WIB kamu mimpi buruk ya?” kata bunda menutupi yang terjadi semalam.
“bunda yakin tidak bohong ?”tanya ku lagi.
“iya sayaang buat apa bunda bohong” katanya tenang.
“yasudah kamu mandi ya,sebentar lagi guru les kamu datang”tambah bunda.
“okeh sip bundaa” kataku tanpa rasa curiga.
Aku pun dengan tanpa rasa was-was menuju kamar mandi. Dan memakan sarapan roti selai coklat kesukaan ku,namun aku heran karna ada yang berbeda. Dimana kak Candra ?? akupun pergi menemui bunda yang tanpa sengaja sedaang menelefon seorang dokter.
“iya dok,iya, bagaimana keadaan anak saya ? apa ia sudah sadar ? baik, saya akan menjenguknya nanti siang, lily ?? ohh iya dia belum tau apa-apa tentang ini,saya tidak mau dia nge-drop atas kecelakan yang menimpa Candra. Oh iya dok iya maksih (menutup telfon)
“kecelakaan? Kak candra....” fikirku
“bundaa..... aku dengar apa yang bunda katakan dengan dokter ,kenapa bunda tidak bilang kalau....kalau......kalau kak Chandra....” aku tak kuat menahan berita yang baru kudengar hingga aku tak sadarkan diri.
Setengah jam kemudian aku baru sadar karna mencium aroma minyak kayu putih di depan hidungku, ketikaku buka mata tampak bunda,ayah,dokter sedang disisiku.
“lily,kamu yang tabah ya. Ka Candra sudah pergi untuk selamanya... dua puluh menit yang lalu,ketika kamu pingsan dan sebelum ia pergi,ia memberi pesan untuk mu.” Kata dokter itu menyerahkan sebuah amplop bersampul pelangi kepadaku. Aku hannya lemas bersandar pada bunda.
Dengan sisa tenagaku,aku membuka amplop itu,dengan tangan gemetar aku mengambil sebuah surat kecil, dan isinya :
“de,maaf kakak pergi duluan tanpa pamit kamu,tapi melalui surat kecil ini kakak akan berpesan padamu,kamu tidak boleh menangisi kepergian kakak,walaupun kamu sangat berfikir tuhan ga adil,sesungguhnya tuhan akan memberi cobaan kepada orang yang disayanginya,tuhan masih peduli sama kamu,kamu kuat dee... kamu bisa jalanin semua ini tanpa kakak,meskipun tidak ada kakak,kakak akan selalu ada disini.... dihati kamu. Kakak juga minta maaf kakak belum bisa melaksanakan janji kakak membawamu pergi ke bukit itu lagi dan melihat pelangi senja bersama,tapi kakak janji disurga nanti kakak akan selalu menemani kamu. Janji sama kakak ya dee... kamu harus tegar dengan semua yang ada.”
Membaca isi surat kecil itu aku hanya bisa menahan jeritan yang ada dihatiku,ya tuhan apabila engaku telah merencanakan sesuatu yang baik bagiku dibalik cobaan ini tegarkanlah hati ku ini tanpa kak candra disisiku... sore itu aku ikut kepemakaman kak candra,merdasakan bahwa ia masih disisiku menjagaku.
“kak,semoga kau mendengar apa yang ku ucapkan,aku akan berjanji kalau aku akan menepati pesanmu,semoga kau bahagia dan tentram di sisi tuhan,jika tuhan maha adil,katakan padanya semoga aku disurga nanti akan bertemu kakak lagi....amiiiiin” doaku padanya seraya membelai batu nisan kak candra.
T Pelangi senja terakhir...
Sebulan setelah kepergian kak candra,ayah dan bunda memutuskan untuk pindah ke jakarta,kami sekeluarga akan tinggal bersama opa disana. Meninggalkan bandung ??? sepertinya aku kurang yakin dan sanggup untuk itu. Semua kenangan indah bersama kak candra terisi penuh di kota bandung ini. Mana mungkin ??? mana mungkin aku pergi begitu saja,melupakan semua kenangan indah ini ! MUSTAHIL.
“bundaa...kenapa kita harus ke jakarta si?,udara dibandungkan lebih sejuk,dibandingkan jakarta,lagipula kasihan kan makam kakak, ia ditinggal sendiri disini” rayuku
“sayang...kita pindah ke jakarta karena suruhan opa,kasihan opa disana, kalau urusan makam kak candra, bunda sudah menyuruh kang asep dan bi inah menjaga dan membersihkan makamnya,mereka berdua akan tetap tinggal disini, dan kita pun akan mengunjungi makam kakak sebulan sekali, jadi kamu ga usah kawatir” kata bunda menjelaskan.
“kapan pun kamu mau pergi kebandung,kamu tinggal minta mang ujang saja mengantarmu kebandung” saran ayah.
Dengan berat hati aku menginggalkan kota bandung. Sebelum menuju jakarta,kami mengunjungi makam kak candra,sekaligus berpamitan.
“kaa... ade mau pindah ke jakarta,kakak baik baik ya sendiri disini, ade janji ade akan selalu kebandung mengunjungi kakak,ade janji.”kataku dalam hati.
Mobil avanza putih ayah melaju menuju perbatasan kota bandung-jakarta,tapi tidak jauh dari makam kak candra,kami melewati bukit yang kak candra tunjukan padaku, disanalah pelangi senja berada.
“ayah,aku ingin melihat pelangi itu lagi,pelangi senja ,pelangi yang kak candra tunjukan padaku” pintaku.
“yasudah,hati-hati ya”kata ayah memberhentikan mobil.
“jangan terlalu lama ya sayang” tambah bunda.
Dengan semangat aku menuju bukit itu,dengan sekuat tenanga yang aku bisa. Dan tanpa halangan aku berhasil mencapai puncak bukit itu. Dengan suasana yang sama aku mengenang kak candra lagi. Indahnya pelangi ini,pelangi senja sangat cantik, terima kasih tuhan kau memberiku kesempatan melihat pelangi ini lagi dengan tenagaku sendiri, kau maha adil.
T pesan untuk pelangi
“pelangi,aku punya pesan. Aku harap aku bisa kembali ke bandung,aku harap kak candra ga kesepian,aku harap ini bukan pelangi terakhir yang bisa ku lihat,aku harap aku bisa tegar dengan semua cobaan, aku harap aku bisa menjalankan pesan dari kak chandra, pelangi jika kau adalah salah satu jalan menuju surga bawalah kak candra menuju surganya tuhan,ajak ia berjalan di atasmu,dan buatlah ia bahagia disana.” Pesanku pada pelangi.
Baru saja mulutku tertutup,seseorang dibelakangku menepuk pundakku.
“lily ... ayo kita kejakarta sebentar lagi matahari akan terbenam” kata orang dibelakangku.
“iya bunda,lihat pelangi senja ini, indah bukan ?” kataku.
“iya lil, cantik banget” sahut bunda singkat.
“ bunda,lily ..... ayo cepat bisa tengah malam kita sampai jakarta” teriak ayah dari jauh.
Aku dan bunda segera menuju mobil, semua perasaan cemasku hilang seketika,terimakasih pelangi,kau telah menenangkanku. Aku kembali duduk didalam mobil,sebelum perjalanan dimulai, bunda menyuruhku meminum 7macam obatku ya obat-obat itu bagai pelangi berwarna-warni. Aku pun tidur setelah meminum obat,dan mataku terbuka ketika mobil ayah akan melewati tol, suasana yang beda buatku tinggal di jakarta,tanpa pelangi dan kak candra.
end