Cari Blog Ini

Minggu, 05 Mei 2013

this J for you♥

Tuhan, bolehkah saya cemburu...
Maaf aku tidak bisa berbohong, terlebih hati kecil ini yang memintanya
Meski mereka bukan siapa-siapa, tapi rasa itu terus datang menghantui
Mengapa rasa ini kau berikan banyak untukku?
Entah logika, hati, dan mulut semua bertentangan
Cukup tuhan.... Air mata telah mengalir banyak
Mengapa hati terlalu mudah rapuh
Semua rasa cemburu ini akan selalu menjadi mimpi-mimpi burukku
Menerobos masuk kedalam sunyinya tidur
Saat rasa ini meradang, aku selalu takut ini akan terjadi
Seandainya semua bisa kutepis dengan mudahnya
tapi, ini akan terus berteriak dalam diam
Sakit
Apakah karna masalalu yang runyam terlalu membelenggu?
Tuhan... Hapus rasa ini, kumohon tuhan..
Haruskah rasa cemburu itu ada?

dedicated for you♥
by.me

Selasa, 26 Maret 2013

Ilmuan Islam


Sejarah kebudayaan Islam punya banyak kisah ditimur tengah tepatnya, dan beberapa negara disana yang menggugah saya ingin bercita-cita pergi kesana. Disana, kisah terdahulu banyak melahirkan ilmuan-ilmuan besar. Inilah beberapa ilmuan Islam besar yang sempat saya kagumi:)


1. Teori Relativitas Al-Kindi
Teori relativitas ternyata telah lama dicetuskan oleh ilmuwan Muslim di abad ke 8 Masehi. Dialah Abu Yusuf bin Ashaq al-Kindi. Ia adalah seorang ilmuwan dan filsuf Muslim keturunan Yaman dan lahir di Kufah tahun 185 H/796 M. Ilmuwan yang di kenal sebagai Alkindus di Barat ini menyatakan bahwa manusia adalah makhluk relatif dan terbatas. Walaupun semua makhluk individu tidak terbatas banyaknya, namun waktu, gerak, badan dan ruang adalah terbatas. Intinya, Al-Kindi hendak menyatakan bahwa “Waktu itu ada (eksis) karena ada gerak. Gerak itu adak karena badan/tubuh yang bergerak…. Jika tidak gerak, ada tubuh yang diperlukan untuk bergerak; jika ada badan, ada gerakan yang dilakukan”. Dengan kata lain, ruang, waktu, gerakan dan benda itu bersifat relatif satu sama lain dan tidak dapat berlaku sendiri (independent) atau absolut. Seluruhnya bersifat relatif terhadap objek-objek lain dan terhadap si pengamat.

Teori yang di gagas Einstein juga hampir sama. Ia menyatakan bahwa “Eksistensi-eksistensi dalam dunia ini terbatas, walaupun eksistensi itu sendiri tidak terbatas”. Tentu saja karena kedua ilmuwan ini hidup dan berkarya di zaman yang berbeda, maka temuan dari Einstein akan lebih mendetail dan dijelaskan dengan dukungan penelitian dan pengujian ilmiah. Bahkan telah terbukti dengan adanya ledakan bom atom di Nagasaki dan Hiroshima. Namun yang jelas, ternyata teori relativitas yang di gagas oleh Albert Einstein pada abad ke 20 telah lebih dulu di temukan oleh ilmuwan Muslim yaitu Abu Yusuf bin Ashaq al-Kindi sekitar seribu seratus tahun sebelumnya.
Sesungguhnya, konsep tentang relativitas ruang dan waktu ini sudah tidak asing lagi bagi kalangan ilmuwan Islam terdahulu. Karena di dalam Al-Qur`an telah disebutkan berbagai ayat yang mengisyaratkan relatifnya ruang dan waktu, seperti:
“Sesungguhnya sehari disisi Allah adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu” (QS. Al-Hajj [22] : 47).
“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (Urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu” (QS. As-Sajdah [32] : 5)

2. Observatorium buatan Nasir ad-Din at-Tusi (Malagha) dan Ulugh Beg
Menurut catatan sejarah, observatorium pertama yang di buat manusia adalah yang di bangun pada zaman Yunani kuno oleh seorang asronom yang bernama Hipparchus pada tahun 150 SM. Sejak saat itu di seluruh dunia membangun observatorium hanya mencontoh mentah-mentah bangunan ini hingga belakangan ilmuwan Islam lah yang mengoreksinya. Tahun 1259 M, Nasir ad-Din at-Tusi lah yang melakukan hal itu. Ia memimpin beberapa astronom Muslim untuk membangun sebuah observatorium di Malagha. Observatorium itu pun dilengkapi dengan perpustakaan yang koleksi bukunya mencapai 400 ribu judul lebih.
Geliat pengkajian astronomi di Samarkand mulai berlangsung pada tahun 1201 M. Namun aktivitas astronomi yang sesungguhnya di wilayah kekuasaan Ulugh Beg mulai berlangsung sejak tahun 1408 M. Sejak saat itu semangat pengkajian astronomi di Samarkand mencapai puncaknya ketika pejabat dan ahli astronomi itu memerintahkan membangun sebuah observatorium Ulugh Beg (sesuai dengan namanya) untuk kepentingan penelitian. Namun sayang, setelah Ulugh Beg meninggal maka observatorium itu mulai di abaikan hingga akhirnya rusak dan terbengkalai

Gambar diri Nasir ad-Din at-Tusi dan ilustrasi observatorium Malagha
Selain itu, sebuah obsernatorium yang lebih canggih dibangun di Samarkand dengan nama Ulugh Beg. Seorang ahli astronomi Barat, Kevin Krisciunas dalam tulisannya berjudul The Legacy of Ulugh Beg mengungkapkan, obserbatorium termegah yang dibangun sarjana Muslim adalah Ulugh Beg. Observatorium itu di bangun seorang penguasa keturunan Mongol yang bertahta di Samarkand bernama Muhammad Taragai Ulugh Beg (1393-1449). Dia adalah pejabat yang menaruh perhatian terhadap astronomi. Ketertarikannya itu bermula ketika dia mengunjungi observatorium di Malagha yang di bangun oleh astronom terkemuka, Nasir ad-Din at-Tusi.



3. Sistem air mancur temuan Banu Musa bersaudara

Dalam berbagai catatan sejarah, terungkap bahwa umat Islam menjadi umat pertama yang menggunakan media air dalam rancangan sebuah taman. Di samping itu, masjid, istana, rumah juga ikut menggunakan media air ini dalam mempercantik arsitekturnya. Namun sayang hanya sedikit atau bahkan tidak ada lagi yang pernah mengangkat hal ini, bahwa ilmuwan Muslim lah yang pertama-tama mengenalkan sistem air mancur.


Banu Musa bersaudara telah meninggalkan warisan yang berharga bagi umat Islam, yaitu karya-karya yang terangkum di dalam kitab  Al-Hiyal (kitab perangkat mekanik) yang bermanfaat dalam perkembangan teknik dan arsitektur Islam. Dalam kitab ini Banu Musa bersaudara membuat rancangan air mancur dalam berbagai teknik. Prinsip-prinsip geometri dan fisika telah mereka terapkan dalam pembuatan air mancur dan mereka juga telah mampu membuat tujuh model rancangan air mancur. Sungguh menakjubkan.


4. Resep pembuatan sabun ala Ar-Razi
Sabun telah di kenal oleh umat Islam sejak abad ke 9 Masehi. Dikenalkan pertama kali oleh ilmuwan Muslim yang bernama Ar-Razi atau di Barat sebagai Razes. Menurut Razi untuk membuat sabun di butuhkan campuran beragam minyak tumbuhan (diantaranya minyak zaitun) dan mencampurnya dengan sodium hidroksida serta bahan-bahan aromatik seperti thyme.

Betapa hebatnya para ilmuwan Muslim terdahulu. Mereka telah benar-benar menerapkan salah satu sabda Rasulullah SAW bahwa “Kebersihan itu sebagian dari iman”. Selain Ar-Razi, para ahli kimia Muslim abad pertengahan juga telah menemukan sabun wangi yang berwarna serta sabun cair. Bahkan baru-baru ini telah ditemukan sebuah manuskrip dari abas ke 13 yang berisi tata cara pembuatan sabun secara lebih mendetail. Berikut penjelasannya:
“Sediakan sejumlah minyak wijen, sedikit potash, alkali dan beberapa jeruk lemon. Kemudian, campur dan rebus bahan-bahan tersebut. Setelah masak, tuangkan campuran penas tersebut dalam cetakan lalu biarkan sampai menjadi dingin. Maka jadilah sabun batangan”
Sungguh mengherankan bila di Eropa pada abad pertengahan para raja dan kalangan bangsawan masih menggunakan air seni manusia untuk mencuci baju dan mandi, peradaban Islam telah menikmati sabun dalam bentuk batangan. Tapi ironisnya, sumbangsih peradaban Islam ini tidak disebutkan dalam banyak buku sejarah penemuan dunia. Kurun waktu dari abad ke 1 hingga 15 diloncati begitu saja seolah-olah lima belas abad itu tidak ada artinya.

5. Qanun fi Thib (canon of medicine) karya Ibnu Sina (Avicenna)
Ibnu Sina (980-1037) dikenal juga sebagai Avicenna di Dunia Barat adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter kelahiran Persia (sekarang sudah menjadi bagian Uzbekistan). Ia juga seorang penulis yang produktif dimana sebagian besar karyanya adalah tentang filosofi dan pengobatan. Bagi banyak orang, beliau adalah "Bapak Pengobatan Modern" dan masih banyak lagi sebutan baginya yang kebanyakan bersangkutan dengan karya-karyanya di bidang kedokteran. Karyanya yang sangat terkenal adalah Qanun fi Thib yang merupakan rujukan di bidang kedokteran selama berabad-abad.


6. Sang Jenius dari Andalusia Ibnu Rusyd (Averoes)
Tersebar lebih dari 20.000 halaman meliputi pelbagai varietas, termasuk Filisofi Islam awal, Filosofi Logika Islam, Kedokteran Arab, Matematika Arab, Astronomi Arab, Tata bahasa Arab, Teologi Syariah (Hukum Islam) dan Fikih (Juriprudensi Islam), kedokteran. Ia menulis setidaknya 67 naskah asli, yang terdiri dari28 naskah filosofi, 20 kedokteran, 8 hukum, 5 teologi, dan 4 tata bahasa, dengan tambahan dari komentarnya dalam seluruh karya Aristoteles dan komentarnya di The Republic Plato. Ia menulis komentar dari seluruh karya Aristotels yang terselamatkan. Ini tidak berdasarkan sumber utama (diketahui bahwa ia merupakan orang Yunani), akan tetapi pada terjemahan Arab. 

Jumat, 15 Maret 2013

Rencana Tuhan

Kalau rencana tuhan sudah tersepakati siapa yang bisa mengubahnya?'
Tuhan tidak pernah benci sama umatnya.
Tuhan punya rencana sendiri bagi umatnya.

Balajarlah cara hidup dari seekor kupu-kupu. Ia hidup dari sebutir telur yang tanpa di-erami sama induknya, ia menetas menjadi seekor ulat yang kuarng disenangi manusia karna termasuk hama tanaman(sabar saat harus bertahan hidup), ia menjadi kokon 'kepompong' bukan hal mudah ia akan merasakan sakit hingga ia mengeluarkan benang-benang putih dari mulutnya, dan saat fase terakhir dimana ia seutuhnya menjadi kupu-kupu yang indah dengan aneka corak warna, banyak disenangi? tentu saja! bahkan banyak manusia yang mengabadikan keindahannya dengan cara diawetkan untuk dikoleksi.
Menjadi kupu-kupu bukan hak mudah, saat menetas dari kokon pun ia harus berjuang merenggangkan sayapnya atau ia tak akan pernah bisa terbang. Hidup atau Mati

Adilnya tuhan juga ada saat menciptakan manusia yang hanya berkesempatan hidup satu kali, mungkin jika berkali-kali tak ada yang namanya rasa bersyukur dalam diri manusia, tak ada rasa kasih sayang, tak ada cinta.
Hanya dua cobaan yang ada pada hidup kita yang sekali ini 'sedih dan senang' tergantung kita yang pilih.

Rencana tuhan itu indah bukan?
DON'T LOSE YOUR HOPE!
'KUN FA YAA KUN' (maka jadilah ia)
Siapa bisa mencegahnya?

by.rfs

Kamis, 07 Maret 2013

Naskah Drama A+B = AB

GUYS! Butuh naskah drama buat praktikum atau pementasan? mau yang ceritanya berbeda? ini dia cerita drama yang gua karang atas dasar 'Cinta Indonesia' well... its boleh dibaca boleh dicopas asal jangan lupa nyantumin alamat blog ini. kalo ga dicantumin tanggung dosa sama akibatnya sendiri ya! hope you like it! ;D



Anak gaul baik :
 - Azmi @aazmie
Anak gaul kece:
- Beceela Sungkar @Beesela
- Emen Topan @emen
- Fanka Badai @ffankaa
            Anak gaul alay:
                        - Fichkar Oke @OkeituyaFiichkar
                        - Romlah Hasanah @roomlahdisini
                        - Deyya Angelika @DeyyaCjrlovers
            Anak gaptek:
                        - Jajang Nandar @jajang_nandar
                        - Ntin Sujana




            Alkisah dari jutaan kisah lainnya mungkin bisa dibilang kisah ini belum lama terjadi. Kisah ini megisahkan tentang 9 anak manusia yang mungkin tidaknya kisah ini terjadi di Indonesia tercinta ini. Indonesia yang terkenal oleh keramahan masyarakatnya, serta kekyaan yang melimpah-ruah.
Mari saya perkenalkan mereka...
Fichkar, Deyya, Romlah, Emen, Beecil, Fanka, Hazmi, Ntin, dan Jajang.
Mau tahu cerita ini? Mau tau bangettt??? Yakin???
Ini kisahnya.......
***
Taman Universitas 17 Agustus

Deyya: “eeeeh bagusga bagus ga?” (sambil pamer acessoris baru)
Fickar: “boss.... bosss..... boossss......” (nada meninggi kesal).
Romlah: “bawel you bro, denger gue sabar dikit napehh. Gue mau uplod putu dulu ke twiter guee, hihihi biar tambah eksis gue”
Fickar: “maap boss romlaah, lagi sibos mah putu-putu sendiri”
Deyya: “aaaaaaahhhhhhhhhh aaaaaahhhhh” (histeris)
*ficar dan romlah bengong
Deyya: “aaaaaaah dia udah jadiaan sama orang! Aahhhhhh namanya deyya jugaaaa, aahhhh pantesaaan hape gue sepi gak ada sms dari diaaa. Aaaah sedih banget gue”

Beecil: “halah, freak banget”
Romlah: “dia emang freak tapi dia sahabat gue!”
Ficar-deyya: “thats right romlah”
Fanka: “pantes sama-sama freak. Mengganggu ketenangan tau gak!”
Fickar: “hellow demi dunia akhirat dan demi akun twitter gue, demikian sekilas info. lo siapa yah berani ngomong gethooo??? Lo fikir taman ini punya sesepuh lo?”
Beecil: “taman ini emang bukan punya kita, tapi sepertinya anda tidak belajar tatakrama?”
(Ntin dan Jajang berjalan melewati mereka)
Haity: “sudah, biarkan saja. Toh disini juga ada hak mereka juga. Jangan tambah keributannya”
Emen: “come on guys, buat apa bicara sama yang beda kasta gini”
Deyya: “huh belagu, makan nasi aja sok bule”
Emen: “heh siapa nama lo?”
Deyya: “hari gini gatau nama gue? Pernah denger lagu Cjr gak sih? Boyband cilik unyu.” *menyanyi
Fanka: “what a disgusting song name”
Beecil : “oh ini nih men, yang sering cuap cuap mention ga jelas ke twitter lo tiap waktu!”

Emen: “sekali alay tetep aja alay, biar dikata cakep kalo alay geli gue”
Beecil: “ini nih yang bikin gaya fashion Indonesia tiarap”
Fanka: “mau gaul jatohnya freak!”
Haity: “aduuuuuh cukup ya mbak! Mas! Saya lagi konsen buat tugas. Tenang dikit bisa?”
Romlah: “siapa yang freak! Siapa yang alay! Gue gaul gak alay, nih nih barang-barang gue. (nunjukin hape, laptop, gaya berpakaian dari atas sampai bawah) mana yang alay?
Emen: “tuh norak tuh alay sok pamer. Haha”
Beecil: “nama twitter aja alay gitu apa coba”
Haity: “ngerti bahasa Indonesia gak sih! Jangan ribut disini! Berisik!”
Romlah: “apa yang salah sih dari nama @romlahdisini?”
Deyya: “mungkin mereka takut kalah saing sama kita bos.”
Ficar: “boosss, udah ah diemin aja. Yuk kita webcaman lagi trus ntar kita aplot.” (masang gaya depan camera)
Beecil: “hih menggelikan!’
(romlah, fickar, deyya cuek masa bodoh. Beecil, emen, fanka, faza pergi menjauh.)
***
Hari semakin menjelang siang, namun mereka belum berkutat dari tempat duduknya.




***
Ntin: “ihhhhhh jajaaaaang! Ko kamu punya twitter? Emang kamu bisa maeninnya? Emang kamu tau manfaatnya? Emang kamu gak takut sama dampak negatifnyaaaa? Emang kamu mau jadi anak autis di dunia mayaaa? Emang kamu gak takut dicibir kalo kamu aneh?”
Jajang: “akuu..aku Cuma iseng kok aku Cuma, Cuma mau tau aja.”
Ntin: “iiihhhh jajaaaaang! Kalo kamu dituduh berbuat hal-hal aneh gimana? Kan aku juga yang malu.”
Jajang: “iyaiya. Ini juga aku gak ngerti cara matiinnya. Masa pernah aku tulis opop namnam stel. Eehhh banyak yang bilang kalo aku salah, bilang aku aneh. Padahal aku gak ngapa-ngapain mereka loh.
 Ntin: “naaaah kaaaan. Apa yang harus aku jawab nanti kalo kamu bermain-main di dunia maya? Apa yang aku jawab ke ibu bapak kamu kalo kamu ilang gara-gara main di twitter? Kalo aku ditanya-tanya wartawan kamu berbuat yang engggak-enggak di twitter gimana? Aduuuuh mumet akuu” (panik)
Jajang: *lari ke anak gaul kece “maaf ya maaaf banget. Saya mau nanya, saudara tau bagai mana cara matiin twitter?”
Fanka: “banting aja hape lo ntar juga mati. Hahahaha”
Beecil: “mana sini hape lo?”
Jajang: *menyerahkan hape “punten ya teh, tolong dibantu na.”
Emen: *tertawa geli “Hahahaahaaa hape kaya gini buat twitteran!”
Fanka: “hape zaman sekarang tuh kaya gini nih, gacuman buat upload poto doang, nih lo mau ngobrol 3Gan sama orang di kampung lu juga jadi. Asalkan...




Jajang: “asalkan apa?”
Fanka: “asalkan orang tua lo beli hape kaya gini juga sekaligus beli sninyalnya! Hahahaha, dikampung kaya lo mana ada sinyal sih.”
Beecil: “@Jajang_nandar Bio: w dah ga pcaya lg ma cinta.” (bengong)
Emen: “hahahaha bio apaan kaya gituu... gaptek aja mau gaya!”
Fanka: “makanya laen kali kalo ga ngerti gausah sok tau”
Ntin: “aduh kan jang, apa kata aku. Kita tuh harus ngejauhin zaman globalisasi sekarang!”
Jajang: “balikin hape saya! Saya juga gakmau kejerumus kaya kalian. Yang lupa sama budaya bangsanya sendiri”
Fanka: “loh yang lupa siapa?”
Beecil: “kita anak gaul yang punya aturan main. Bukan yang bablas kaya mereka yang bikin gaya hidup Indonesia merosot!” *nunjuk kubu alay
Fickar: “apa yang salah dari kita? Manusia punya hak bebas dong dalam memilih jalan hidup”
Deyya: bentar kar, apa tadi kata-kata lo gue jadiin tweet aaaah siapa tau banyak yang retweet. Lumayan buat nambahin followers. Oiya kalian-kalian jangan lupa yaaaa follow twitter gue @deyyaCjrlovers!!! Tinggal mensyen buat folback okee!!!
Haity: “ada apa sih ribut-ribut?” *bergabung
Romlah: “deyya! Plis aduuuuh, jangan promosi disini!”
Deyya: “maaf bos rom. Mumpung lagi rame hehe.”

Ntin: “ihhh foto apaaa itu? Jorok banget gambarnya!” *melirik handphone emen
Jajang: “nah apa saya bilang? Tuh teman anda menyalah gunakan internet. Mengunduh konten-konten merusak moral bangsa. Anti deh sama yang namanya begituan.”
Haity: “tapi kan gak semua pengaruh globalisasi itu negatif”
Romlah: “kampungan! Terlalu takut berbuat maju demi negeri sendiri”
Ntin: “ini yang membuat saya takut. Dampak Globalisasi. DEMORALISASI!”
Fanka: “kayak ngerti aja. Situ kan gaptek. Ga kenal sama paman Google”
Jajang: “kita tau, karna kita baca dari buku. Toh gombel juga pada dasarnya data dari buku.”
Beecil: “google kali bukan gombel”
Jajang: “apalah namanya. Yang penting aku gak mau tahu dan gak mau berhubungan sama pengaruh asing jaman sekarang. Yang menghilangkan cinta sama adat tradisional, yang melupakan mainan mainan tradisional, yang justru membantu berkembangnya kriminalisasi.”
Emen: “nikmatin aja apa yang ada sekarang susah amat sih. Dari pada hidup zaman dahulu. Kuno, kalo ada orang kaya kalian 45% di Indonesia mau jadi apa nantinya.”
Ficar: “Setuju!. Yang ada Indonesia malah jadi negara terkatro didunia haha.”
Deyya: “kalo gada globalisasi, darimana aku bisa dapat baju-baju bagus online. Darimana aku bisa dapat uang kalau bukan dari jual online. Dan lebih parah.. mana mungkin aku punya gebetan banyak selain dari jejaring sosial. Haha”
Haity: “aduh anda benar juga. Bingung mau ikut siapa”



Ntin: “yajelas jalan kita dong yang bener. Yang apatis terhadap hal baru. Yang terus memakai budaya lama, walaupun kuno tapi bikin selamat apa salahnya?”
Jajang: “nah, iya. Kata mama saya bahaya banget ngikutin budaya asing. Jadi budaya lama pastinya lebih bagus!”
Beecil: “gak! Gasetuju!”
Romlah: “aduuuh ribet banget deh. Kalo gak ada Globalisme, mana mungkin kamu bisa  sekolah setinggi ini? Bukannya cara pendidikan seperti ini pengaruh dari cara pembelajaran asing.”
Jajang: “salah. Justru dulu negara kita itu hebat, dimana negara yang menjunjung tinggi ilmu. Bahkan orang luar sana yang pergi belajar disini.”
Fickar: “tapi...”
Ntin: “tapi semua itu berbalik mungkin karna mereka kesini membawa budaya mereka, terjadilah percampuran. Seharusnya percampuran itu membawa pengaruh baik. Nyatanya? Lihat sekarang! Negatif sekali besarnya!”
Fanka: “pandangan mu yang negatif! Tapi bagiku tidak.”
Deyya: “kalo aku sih pandangannya tetep tertuju sama emen”
*semua bersorak ke dea
Haity: “udah sore! Nih aku udah nemu di google. Nih baca.”
Fickar: “menurut google, dalam era keterbukaan dan globalisasi, bangsa Indonesia harus dapat bersikap selektif terhadap masuknya budaya asing yang tidak sesuai. Bangsa Indonesia sendiri tidak mungkin menutup diridari pengaruh internasional yang begitu cepat. Aduh pegel nih, baca gantian.





Jajang: “ Indonesia diharapkan memiliki kesadaran akan nilai positif dan negatif dari arus globalisasi serta memiliki daya tahan yang tangguh dengan suatu identitas budaya yang kuat. Selain itu bangsa Indonesia telah memiliki nilai-nilai kepribadian luhur, pandangan hidup, ideologi bangsa yaitu pancasila.
Haity: “nah udah jelas kan, jadi gimana kita harus bersikap baiknya, nah kita boleh terbawa arus globalisasi tapi harus disaring sesuai yang ada di Indonesia. Kita juga gak boleh cuek sama globalisasi, karna kita akan ketinggalan zaman.”
Ntin: “intinya mencampur budaya lama dengan budaya baru yang positif untuk kehidupan Indonesia kelak, semoga menjadi negara yang lebih maju dan tidak ketinggalan jaman.”
Semuanya: (mengucap rasa syukur dan berdoa) amiin!
***
Itulah sepenggal kisah tentang persoalan yang ada di Indonesia. Globalisasi. Sering kita mengabaikannya, padahal itu sangat berpengaruh terhadap kehidupan Indonesia kelak. Semoga kita bisa mengambil Hikmah dari sedikit cerita tersebut dan mengaplikasikan dalam hidup kita. Salam Merdeka untuk Indonesia!
Selesai.


By:
RFS